Showing posts with label UGM Jogja. Show all posts
Showing posts with label UGM Jogja. Show all posts

Sebanyak 20 Mahasiswa Dari Tsinghua University China Belajar Budaya di UGM



Saveupdata.com - Dikutip dari laman UGM, Rabu (31/8/2016) sebanyak 20 mahasiswa yang berasal dari Tsinghua University, China melakukan Collaborative Summer Program dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga 8 September mendatang. Ini merupakan kerjasama antara UGM dengan Tsinghua University yang ditujukan untuk memberikan pemahaman lebih mengenai budaya kepada mahasiswa di kedua universtas tersebut. 

"Saat ini dunia berubah dengan cepat, dan pemahaman akan budaya menjadi sesuatu yang sangat penting. Karena itu, mahasiswa tidak bisa hanya belajar secara akademik, tetapi juga perlu memiliki paparan internasional,” ungkap Sekretaris Direktorat Kemitraan, Alumni, dan Urusan Internasional UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc.

Kado Unik Untuk Mahasiswa Di Tahun 2017 : Perlengkapan Mahasiswa Binder Kuliah Terbaru Murah


 contoh custom binder : www.jandjbinder.com

Saveupdata.com - Menjadi mahasiswa baru tentunya kita kudu menyiapkan segala perlengkapan yang ada, agar kita bisa mengikuti kuliah dengan baik. Tidak heran perlengkapan yang satu ini adalah perlengkapan utama yang harus mahasiswa miliki yaitu Binder. Binder bisa membantu kita dalam menyimpan segala catatan kuliah yang ada, memudahkan kita menemukan catatan yang kita simpan.  




 Dalam memilih binder yang pas buat kita, kamu tidak usah bingung karena sekarang jaman nya online, kamu bisa menemukan binder pilihan kamu, bahkan kamu bisa custom. Hampir para mahasiswa sudah kenal, yaitu J&J Binder. J&J Binder menjual berbagai binder super unik yang cocok untuk kuliah dengan pilihan desain yang cukup unik - unik. Selain itu kita bisa custom dengan foto dan gambar yang kita miliki untuk dijadikan cover binder.
Bila ingin memesan silahkan hubungi J&J Binder di :


Customer Service : (021) 772 01 456
Cs Admin Order : 085772262386 ( No Call )

Email : mipromosi@yahoo.co.id atau cs@jandjcustom.com
Like us on FB : J&J Binder
Follow us on Twitter : @JnJBinder
Instagram : 












Kado Unik Untuk Mahasiswa Di Tahun 2017 : Perlengkapan Mahasiswa Binder Kuliah Terbaru Murah,Kado Tahun Baru 2017, Kado Unik Binder Agenda Tahun 2017, Kado Tahun Baru 2017 Perlengkapan Kuliah Unik, Tahun Baru 2017 Grosir Perlengkapan Unik Mahasiswa, Kado Tahun Baru 2017 Untuk Mahasiswa, Kado Unik Tahun Baru 2017 Binder Untuk Kuliah Mahasiswa Cantik, Kado Unik Tahun Baru 2017 Untuk pelajar, Kado Unik Tahun Baru 2017 Untuk Anak Sekolah, Bisnis Baru 2017, Perlengkapan Unik Mahasiswa Tahun 2017, Toko Grosir Kado Tahun Baru 2017, Perlengkapan Mahasiswa UGM, Perlengkapan Mahasiswa ITB, Perlengkapan Mahasiswa UNS, Perlengkapan Mahasiswa UB, Perlengkapan Mahasiswa Pada Tahun Baru 2017, Pusat Binder Kado Tahun Baru Mahasiswa Binus, Binder Agenda Mahasiswa Banda Aceh 2017, Toko ATK Sekolah Mahasiswa 2017. 

Kantin Bonbin yang Picu Ribuan Mahasiswa UGM Demo, Apa sih Kantin Bonbin Itu ? , ini Jawabnya



Saveupdata.com -Ribuan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) turun ke jalan, Senin (2/5/2016). Mereka memprotes Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan status PTN BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum), dan menolak relokasi Kantin Bonbin.

Kantin atau warung Bonbin berada di dekat Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kompleks Bulaksumur Yogyakarta berusia sekitar 30 tahun. Kantin dibuat atas prakarsa Rektor UGM (alm) Prof Dr Koesnadi Hardjasoemantri, SH pada tahun 1986-an.

Ide (alm) Koesnadi waktu ini adalah menata para pedagang bakso, es campur yang tersebar di berbagai tempat di Bulaksumur.

Para pedagang yang berjualan di sekitar fakultas-fakultas kemudian dibuatkan semacam shelter permanen. Saat itu dibuat banyak tempat untuk menampung para pedagang. Beberapa tempat itu diantaranya di sekitar Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan Fakultas Kedokteran (FK), sekitar Fakultas Biologi, di sebelah utara Gelanggang Mahasiswa dan sebelah timur Fakultas Sastra yang sekarang berganti nama FIB.

Saat berdiri di sebelah timur FIB, tempat itu masih merupakan lahan kosong. Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FIB) belum berpindah di tempat dari Gedung Pusat menuju gedung fakultas saat ini yang ada di sebelah utara Jl Humaniora. Demikian pula Fakultas Psikologi dan Filsafat juga belum berpindah di kawasan sekarang ini. FEB, Psikologi, Filsafat baru berpindah di kompleks Sosio Humaniora pada tahun 1990-an.

Kantin yang kemudian dinamakan menjadi bonbin itu menampung banyak pedagang makanan dan minuman itu akhirnya menjadi tempat yang ramai untuk nongkrong para mahasiswa. Bahkan pada saat reformasi tahun 1997-1998 menjadi tempat berkumpulnya para aktivis dari berbagai fakultas untuk berdemo.

Pada sekitar tahun 1992, kawasan tersebut sudah dikenal dengan sebutan bonbin. Namun kalau melihat sekitar tempat itu bukan sebuah kebun binatang. Tidak ada satupun hewan buas atau peliharaan di tempat itu. Yang ada ada burung-burung liar yang beterbangan.

Mungkin para mahasiswa menyebut tempat itu dengan sebutan bonbin karena di sebelah selatan kantin adalah lahan kosong yang banyak ditumbuhi tumbuhan semak-semak sebelum menjadi tempat parkir kendaraan bermotor untuk mahasiswa FIB dan FEB. 


Mungkin pula di sebut dengan sebutan bonbin karena orang atau mahasiswa berkumpul yang begitu ramai sejak pagi hingga kantin tutup. Sumpah serapah atau celotehan bahkan pisuhan (makian) seringkali terdengar bila kita nongkrong di tempat itu. Boleh dikata sebutan bonbin karena berbagai ucapan bahasa-bahasa pisuhan muncul di tempat itu.

Hingga saat ini bonbin menjadi tempat berkumpulnya mahasiswa dari berbagai fakultas terutama mahasiswa yang berada di kompleks sosio humaniora.

 Sejak berdirinya, kantin bonbin baru sekali mengalami renovasi pada sekitar tahun 2008-an. Sebelum tahun itu, kantin bonbin masih seperti bentuk aslinya berupa shelter dengan bangunan terbuka dari beton dan atap genting press. Di tempat itu menampung lebih kurang ada sekitar 10-an pedagang makanan dan minuman.

Pada sekitar tahun 2008-an kantin bonbin direnovasi dengan bantuan dari sebuah bank swasta. Bangunan tempat pedagang berjualan ditata lebih rapi dan dilengkapi dengan dua buah toilet. Kantin bonbin sampai sekarang jauh lebih bersih dibandingkan sebelum tahun 2000-an.

Saat ini, kantin bonbin akan di relokasi. Para pedagang akan dipindahkan ke sebelah timur yakni di kawasan lembah UGM yang dinamakan kawasan Pusat Jajan Lembah (Pujale). Mereka akan digabung bersama para pedagang lainnya yang berdekatan dengan tempat parkir sepeda motor.




Sumber : detik.com

Hardian Prakasa Mahasiswa UGM Jurusan Teknik Elektro Ciptakan Aplikasi TemuJasa ( Layanan Pencarian Jasa )



Setelah ada aplikasi Gojek, Ladyjack dan aplikasi layanan jasa lainnya, kini akan segera hadir aplikasi berbasis android yang memudahkan pencari jasa kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Aplikasi tersebut adalah ‘TemuJasa’ yang dikembangkan oleh Hardian Prakasa mahasiswa prodi Teknologi Informasi Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik. Inovasi aplikasi teknologi yang dibuat mempertemukan pencari dan penyedia jasa kebutuhan rumah tangga sehari-hari seperti cleaning service, servic AC, sedot WC, renovasi hingga pijat tradisional.


Pengembangan aplikasi bermula dari fenomena yang umum terjadi di masyarakat yang sering kali kesulitan mencari dan memperoleh jasa rumah tangga sehari-hari. Melalui aplikasi ini diharapkan dapat memudahkan pencari jasa untuk memperoleh layanan yang diinginkan. Begitu pula untuk penyedia jasa dapat membantu memperoleh klien dengan pasti.

Tidak seperti penawaran jasa yang dilakukan di kebanyakan situs online dimana pengguna masih harus menghubungi satu per satu penyedia jasa secara terpisah. Dengan aplikasi ini pengguna cukup mencari jasa yang dimaksud dan dapat memilih berdasarkan rating, harga, dan lainnya.

“Lewat aplikasi yang tengah kita kembangkan ini, pencari jasa tidak perlu lagi repot-repot menelpon satu demi satu penyedia jasa, tetapi bisa langsung memperoleh berbagai layanan jasa dalam satu platform. Jadi lebih efisien dan tidak merepotkan,” jelas Hardian,  di Kampus UGM.

Dalam pengembangan aplikasi ini Ardi, begitu biasa ia disapa, dibantu oleh sang kakak yaitu Rheza Adipratama dari sisi pengembangan bisnisnya. Rheza merupakan alumnus Teknik Industri UGM angkatan 2008.

Cara mengopreasikan aplikasi ini tergolong sederhana. Pengguna cukup mengakses aplikasi TemuJasa yang langsung menampilkan beraneka layanan jasa rumah tangga. Setelah memilih layanan yang diinginkan, pengguna tinggal memilih berdasarkan rating, lokasi, harga, dan lainnya. Setelah itu secara otomatis data tersebut akan masuk ke server ‘TemuJasa’.

“Bisa order waktu dan hari pemakaian layanan jasanya. Misal ingin melakukan sedot WC hari Kamis, jam 3 sore. Maka penyedia jasa akan datang di waktu yang telah ditentukan,” kata pria kelahiran Padang, 22 tahun silam ini.  

Ardi menuturkan dirinya juga mengembangkan aplikasi ‘TemuJasa Pro’ bagi penyedia jasa yang sistemnya terintegrasi dengan aplikasi ‘TemuJasa’. Dengan begitu, setelah ada permintaan jasa yang masuk, penyedia jasa dapat melihat spesifikasi kebutuhan pencari jasa.
“Jika penyedia jasa sanggup memberikan layanan maka akan muncul notifikasi tanda persetujuan dalam halaman ‘TemuJasa’,” ujar Ardi yang akan diwisuda bulan Februari 2016 mendatang.

Dalam aplikasi ini pengguna jasa dapat memberikan testimoni terhadap penyedia jasa. Review hasil layanan jasa akan ditampilkan dalam halaman aplikasi.

Ide inovasi ini telah dibawa dalam kompetisi Hackathon Indosat yang digelar pada 10 Oktober 2015 lalu dan berhasil menjadi jawara mengalahkan 120 peserta lainnya. Selain itu ide tersebut meloloskan Ardi mengikuti program inkubasi ASEAN Start-Up Campus Lite di Kuala Lumpur bulan November 2015. Aplikasi ini pun menghantarkan Ardi meraih juara 1 kategori aplikasi bagi Mahasiswa dan Umum Indosat Wireless Innovation Contest ke-9 (IWIC) pada 15-17 Desember 2015 di Jakarta.

Purwarupa ‘TemuJasa’ ini baru dikembangkan untuk smartphone berbasis android dan windows phone. Namun kedepan akan dikembangkan pula dalam versi browser. Saat ini aplikasi ini menawarkan banyak jasa, akan tetapi kedepan Ardi akan memfokuskan pengembangaan aplikasi pada jasa yang lebih spesifik yang banyak dibutuhkan masyarakat.  
Menurut rencana ‘TemuJasa’ akan dirilis pada awal tahun 2016 di wilayah Yogyakarta dalam tahap awal.

“Saat ini kita perkuat dari sisi teknis dan memperbaiki tampilan serta memperkuat sisi bisnisnya dengan merekrut penyedia jasa,” pungkasnya. (Humas UGM/Ika)



Sumber : ugm.ac.id

Sulusi Hebat Anak UGM, Mengunakan Jerami Kering Untuk Pengembangan Ternak Sapi Super




Mahasiswa KKN UGM memberikan pelatihan pengolahan jerami padi kering menjadi jerami padi fermentasi bagi masyarakat Desa Kebonrejo, Kecamatan Banjarejo, Blora Jawa Tengah. Dalam kegiatan itu selain diberikan penyuluhan, masyarakat diajak melakukan parktek secara langsung pembuatan jerami fermentasi.

Koordinator mahaisswa KKN, Abdussalam Al Ghozali menyampaikan di musim kemarau sebagian besar peternak selalu mengalami kesulitan dalam pengadaan pakan khususnya berupa rumput atau hijauan. Bisanya sebagaian besar masyarakat menggunakan pakan alternatif berupa jerami padi kering guna memenuhi kebutuhan pakan ternaknya di musim kemarau. Hanya saja, pemberian jerami padi kering dalam jangka waktu lama belum mampu mencukupi kebutuhan nutrisi ternak. “Jika pemberiannya sampai 5 bulan sapi bisa kekurangan nutrisi karena kadar protein kasar dari jerami padi kering sangat rendah berkisar antara 3-4 persen saja,” kata mahasiswa Ilmu dan Industri Peternakan UGM ini,



Karenanya perlu adanya terobosan untuk mendukung pengadaan pakan yang telah dilakukan kebanyakan masyarakat agar tercipta pakan ternak yang berkualitas dan selalu tersedia sepanjang tahun. Salah satunya dapat dilakukan dengan mengolah jerami padi kering menjadi jerami padi fermentasi. Bahkan menjadi pakan komplit dengan penambahan bekatul sehingga kualitasnya dapat meningkat. “Kita beri pelatihan ini untuk mendukung pengadaan pakan sapi yang berkualitas di Blora,” jelasnya.

Seperti diketahui Kabupaten Blora adalah salah satu daerah lumbung sapi potong di Jawa Tengah. Setidaknya 16-17 persen popupasi sapi Jawa Tengah berada di wilayah ini. Ghozali mengatakan bahwa di Desa Kebonerjo ini hampir setiap kepal aleluarga memiliki ternak sapi. Oleh sebab itu kegiatan peningkatan kualitas stok pakan jerami padi ini menjadi penting untuk disampaikan kepada warga setempat untuk segera direalisasikan. “Warga sangat antusias mengikuti sosialisasi dan pelatihan pembuatan jerami padi fermentasi ini. Bahkan tidak sedikit yang mengungkapkan ingin mencoba mengolah jeraminya menjadi jerami fermentasi,”urainya.

Sementara Bambang Suwignyo, S.Pt, MP, Ph.D., dosen pembimbing lapangan mahasiswa KKN UGM mengatakan pengolahan jerami padi kering menjadi jerami fermentasi merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas pakan. Terlebih jika bisa dilanjutkan menjadi complete feed (pakan komplit) dengan penambahan bekatul kualitas pakan dapat meningkat dari kadar protein 3-4 persen menjadi 7-8 persen. “Upaya peningkatan kualitas pakan ternak salah satunya lewat pengolahan jerami padi kering penting dilakukan untuk mendukung usaha peternakan di Indonesia,”katanya. (Humas UGM/Ika)


Sumber : http://fapet.ugm.ac.id/

Kampus UI, Kampus Nomor Satu di Indonesia





Di tingkat dunia, ada Massachusetts Institute of Technology (MIT) sebagai perguruan tinggi terbaik. Di Indonesia, peringkat nomor satu itu jatuh kepada Universitas Indonesia (UI). 

Hal tersebut ditegaskan dalam hasil pemeringkatan QS World University Rankings. yang di rilis dirilis Okezone, Selasa (15/9/2015), Kepala Riset QS World Ben Sowter menjelaskan, pemeringkatan ini melibatkan perguruan tinggi dari 82 negara. Dari jumlah tersebut, ada 34 negara masuk dalam daftar 200 besar.

Ben menyebut, dominasi Amerika Serikat (AS) sangat terlihat dengan menempatkan 49 institusi pendidikan tinggi mereka. Daftar ini juga diisi oleh kampus-kampus Inggris (30), Belanda (12), Jerman (11), Kanada, Australia, dan Jepang(delapan), China (tujuh), Prancis, Swedia dan Hong Kong (lima).

"Ada sembilan perguruan tinggi Indonesia dalam daftar pemeringkatan terbaru ini. Bertambah satu kampus dari tahun lalu," ujar Ben.

Universitas Indonesia (UI) tetap menjadi pemimpin meski banyak penilaiannya yang turun pada tahun ini. Pada indikator reputasi akademis, UI menempati peringkat 225 secara global dan peringkat 217 pada indikator Reputasi Pegawai.

Sementara itu, Institut Teknologi Bandung (ITB) memimpin pada skala nasional untuk dimensi Reputasi Akademis yakni peringkat 216. Sedangkan pada aspek Reputasi Pegawai, ITB menempati peringkat 232 atau kedua setelah UI.

Ben mengimbuhkan, tidak ada satu pun perguruan tinggi Indonesia dalam daftar 700 besar pada indikator sitasi riset. Fakta ini menunjukkan, banyak yang harus dilakukan untuk mengembangkan profil riset internasional.

"Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi sangat cepat. Populasi masyarakatnya sangat membutuhkan perguruan tinggi kelas dunia dan pusat riset untuk menghasilkan baik produk inovasi maupun tenaga kerja ahli yang dibutuhkan untuk bersaing secara global," tutur Ben.

Berikut sembilan perguruan tinggi Indonesia dalam QS World University Rankings 2015/2016:
358= Universitas Indonesia (UI), peringkat 2014: 310=
431-440 Institut Teknologi Bandung (ITB), peringkat 2014: 461-470
551-600 Universitas Gadjah Mada (UGM), peringkat 2014: 551-600
701+ Universitas Airlangga (Unair), peringkat 2014: 701+
701+ Institut Pertanian Bogor (IPB), peringkat 2014: 701+
701+ Universitas Diponegoro (Undip), peringkat 2014: 701+
701+ Institut Teknologi Sepuluh Nopember, peringkat 2014: 701+
701+ Universitas Muhammadiyah Surakarta
701+ Universitas Brawijaya, peringkat 2014: 701+.


Sumber : Okezone.com

Pusat buku Jogja ini terkenal hingga luar kota





Yogyakarta terkenal sebagai destinasi wisata. Kota ini identik dengan Jalan Malioboro, Pasar Beringharjo, Kraton dan kawasan, Museum-museum, atau berwisata ke Candi Prambanan, Mendut dan Borobudur. Begitu juga destinasi pegunungan biasanya para traveler mengunjungi Kaliurang, untuk daerah pantai biasanya yang paling banyak dikunjungi daerah Pantai Parangtritis dan sekitarnya. Itu semua umum didengar dan seolah menjadi rutinitas permanen terutama saat musim liburan tiba.
 
Akan tetapi, bagi wisatawan baik yang berstatus pelajar atau mahasiswa, rasanya kurang lengkap jika belum mendatangi toko-toko buku, termasuk berkunjung ke pusat penjualan buku. Nah, Shopping Center, Yogyakarta bisa jadi salah satu referensi yang bisa dimasukkan dalam tempat yang bisa dikunjungi.

Buku-buku yang dijual di tempat ini bermacam-macam, seperti buku umum, agama, buku pelajaran, hingga novel dan komik. Beberapa kios ada yang menawarkan bahan bacaan lain untuk memenuhi kebutuhan pelajar atau mahasiswa seperti majalah, jurnal ilmiah, kliping artikel dan makalah-makalah bekas, serta bacaan lain sebagai penunjang pendidikan. "Tiap hari ramai, mayoritas mahasiswa yang datang dan beli di sini bahkan ada yang dari Semarang," ujar salah satu pedagang buku.

Banyak diantara buku bekas di sini yang harganya mahal, karena sangat jarang dan sulit untuk menemukannya, biasanya buku terbitan tahun 60an-70an. "Semakin lawas semakin mahal, apalagi bukunya jarang ada yang jual," tambahnya. Tapi, untuk harga di Shoping Center jangan ditanya, harga yang ditawarkan masih bisa ditawar oleh pembeli, bahkan sudah di diskon dari harga awalnya.

Para pembeli yang datang ke sini biasanya sudah membawa daftar buku yang akan di beli. Kisaran harga yang relatif lebih murah dari toko buku pada umumnya membuat banyak pembeli lebih memilih berburu buku di Shoping Center. "Di sini harganya lebih murah daripada di toko buku umumnya, tinggal sebutin judul bukunya dan pedagang di sini langsung sigap mencarikannya," kata Lia (22) salah satu mahasiswi di Jogja.

Para penjual buku yang tergabung dalamm Komunitas Pedagang Buku (Kopaku) dalam Kompleks Taman Pintar ini cukup ramah, bersahabat dan selalu responsif ketika melayani calon pembeli. Hampir setiap hari Shopping Center selalu ramai dikunjungi, terlebih pada akhir pekan atau menjelang tahun ajaran baru. Tidak sedikit pengunjung berasal dari luar kota datang ke lokasi pusat penjualan buku ini. Nah, Shopping Center Yogyakarta bisa menjadi alternatif pilihan ketika di toko-toko buku tidak bisa ditemukan buku atau bahan bacaan yang sedang dicari/dibutuhkan.

Letak Shoping Center sangat strategis dan berada di jantung Kota Yogyakarta, dekat dari Jalan Malioboro serta berdampingan dengan Taman Pintar, Taman Budaya (eks gedung Societet Militer) dan bersebahan dengan Pasar Beringharjo.
Kalian tertarik?



Sumber : brilio.net

Profil Elanto Wijoyono : Penghadang Moge Nakal




Di dalam lembaganya saat ini, Combine Resource Institution (CRI), Elanto atau Joyo sangat dikenal dalam kontek manajemen informasi dan penguatan masyarakat. Namun aktivitasnya cukup luas meliputi berbagai isu seperti mengupayakan kota hijau, penyelematan cagar budaya, dan juga pengembangan partisipasi. 


Joyo pernah menjadi koordinator Green Map Indonesia 2006-2010, anggota International Green Mapmakers Advisory Council  2007 – 2010. Akhir-akhir ini  Joyo juga aktif dalam  Heritage Education Program,  Indonesian Heritage Database and Information Systems.

Lucunya Rumah Teletubies di Jogja






Tahu kah Anda sobat Review Buku, Ternyata di Yogyakarta terdapat sebuah perkampungan yang unik dimana rumah - rumahnya berbetuk unik tak sewajarnya seperti rumah - rumah di pulau jawa. Perkampungan unik ini bernama Kompleks Rumah Dome yang rumah - rumah penduduknya menyerupai  Rumah Teletubies.

Masjid

Rumah - rumah unik ini di bangun untuk korban bencana gempa bumi di Yogyakarta pada tahun 2006 . Komplek perumahan Teletubbies ini berada di Desa Nglepen, Prambanan, Sleman, Yogyakarta.

Kisah terenyuh Siti, berjuang mati-matian bisa masuk Teknik Nuklir UGM




Wajahnya yang selalu tersenyum seperti menandakan dia baik-baik saja. Layaknya orang yang tak mengalami masalah pelik. Namun siapa sangka, di balik senyumnya ada kisah yang membuat hati terenyuh.

Adalah Siti Horiah, mahasiswi Teknik Nuklir UGM pemilik senyum itu. Demi bisa masuk jurusan yang satu-satunya ada di ASEAN ini, dia harus mengalami banyak kisah yang mengharukan.
Siti terlahir sebagai anak sulung dari 7 bersaudara. Jumlah anggota keluarga yang banyak membuat kedua orangtua Siti harus bekerja ekstra keras. Orangtua Siti memilih bekerja sebagai pedagang pasar tradisional.

Sempat mengalami masa kejayaan, orangtua Siti berhasil mempunyai 3 toko yang berderet. Namun kejayaan yang dimiliki tidak bertahan lama. Terlilit utang dari rentenir membuat mereka bangkrut dan hidup sangat memprihatinkan. Mereka tak punya cukup uang untuk menyambung hidup dalam jangka waktu yang lama. Uang mereka hanya cukup untuk modal berjualan jajanan pasar. Hingga akhirnya mereka rela menjual barang-barang berharga yang ada di rumah.

Setiap waktu makan akan tiba, ibu Siti menjual berbagai perabotan kesayangannya, mulai dari alat-alat dapur hingga alat makan. Sendok dan garpu pun ikut habis terjual. Semua dilakukan demi bisa membeli satu telur dan setengah liter beras.

Sebenarnya bahan-bahan itu tak cukup untuk makan 9 orang anggota keluarga. Ibu Siti mengakalinya dengan mencampur telur itu dengan sedikit terigu. Setelah itu adonannya pasti akan mengembang dan cukup untuk dimakan 9 orang. Mereka juga terkadang harus berbagi 2 bungkus mi instan untuk makan bersembilan.

Hampir seluruh barang berharga dirumahnya terpaksa dijual, demi menutupi pendapatan ayah Siti yang saat itu besarnya kurang lebih Rp 10.000. Hanya satu buah meja telepon yang ibu Siti sisakan di ruang tamu. Meski Siti memaksa untuk turut menjualnya, tapi tetap saja ibunya menolak.
Setelah tahu alasan ibunya tak menjual meja telepon itu, terharulah Siti. “Selapar apa pun kita nanti, Ibu tak akan menjual tempat yang kamu gunakan untuk menggantungkan cita-citamu. Pakai terus saja meja itu,” tutur Siti menirukan ucapan ibunya, saat ditemui brilio.net, Minggu (22/3).
Di meja yang panjangnya tak lebih dari 30 cm itu, Siti menggantungkan impiannya untuk berkuliah. Mengetahui mimpi anaknya, sang ibu dengan tegas melarangnya untuk melanjutkan mimpi itu. Menurut ibunya, sangat mustahil bagi Siti untuk berkuliah dengan ketidakmapanan keluarganya.

Ayahnya yang sangat mendukung Siti hanya jadi bahan olokan teman pasarnya, saat dia menceritakan mimpi anaknya itu. Hal ini membuat Siti sempat mengubur dalam-dalam mimpinya. Dia tak berani lagi menyentuh buku soal SNMPTN bekas yang dia beli di pasar.

Tak disangka, keadaan itu berbalik dengan cepat. Kecerdasannya di sekolah, membuatnya berkesempatan untuk mengikuti SNMPTN undangan. Dengan segera dia memilih jurusan Teknik Nuklir UGM.

Dalam dua bulan masa penantian, banyak orang-orang sekitar rumahnya yang masih saja suka nyinyir. Mereka merendahkan Siti, beranggapan tak mungkin Siti bisa kuliah. Bahkan kedua orangtuanya sampai diolok-olok. “Orang-orang sekitar rumah sampai ada yang bilang ke ortu kalau saya di sana nggak bakal kuliah, tapi jual diri,” katanya sambil menerawang masa lalu, matanya sampai berkaca-kaca.

Saat pengumuman SNMPTN terpampang, betapa bahagianya Siti melihat namanya tertulis sebagai salah satu mahasiswi UGM. Orang-orang yang tadinya hanya bisa mencemooh jadi tertunduk malu saat bertemu Siti. Akhirnya Siti bisa menunjukkan pada semua, meski materi yang dia miliki terbatas, dia bisa mewujudkan asanya untuk berkuliah hanya dengan Rp 0.


sumber : brilio.net

Mahasiswa Akuntansi UGM Juarai Risk Intelligence Challenge Trophy 2015



Tim mahasiswa dari Program Studi Sarjana Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis  UGM yang tergabung dalam Tim Palapa berhasil menjuarai Risk Intelligence Challenge Trophy 2015 (RICT 2015). Tim ini berhasil menyisihkan 37 tim lainnya dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tim Palapa ini terdiri dari Lay Monica Ratna Dewi, Adrian Setyo Prakosa, dan Ayuning Pratiwi.

“Kami selanjutnya akan mewakili Indonesia untuk berkompetisi di level ASEAN,”papar salah satu anggota tim, Monica Ratna.
Monica menuturkan kompetisi tersebut dimulai dengan penulisan esai berbahasa Inggris di babak penyisihan. Dari 38 tim yang mengirim esainya,  dipilih 6 tim yang maju ke semi final untuk mempresentasikan analisis kasus dalam bahasa Inggris di hadapan dewan juri. Selanjutnya dipilih 4 tim yang lolos ke final untuk bertarung head to head dalam debat bahasa Inggris. Pada tahap akhir babak final, 2 tim terbaik bertarung dalam debat terbuka untuk memperebutkan juara pertama.

“Tim Palapa berhasil memenangkan debat terbuka yang telah dilaksanakan pada 25 Februari lalu,”imbuhnya.
Prestasi yang diraih para mahasiswa tersebut menurut Ketua Jurusan Akuntansi FEB UGM, Mahfud Sholihin, Ph.D sekaligus membuktikan bahwa Jurusan Akuntansi merupakan yang terbaik di Indonesia. Selain itu menjadi bukti bahwa FEB UGM memang layak menjadi satu-satunya sekolah bisnis di Indonesia dan ke-7 di ASEAN yang memperoleh akreditasi dari AACSB (Association to Advance Collegiate Schools of Business) Internasional.

“Kita berharap semoga kedepan semakin banyak lagi prestasi yang bisa diraih,”tutur Mahfud.

RICT adalah kompetisi antar-universitas untuk meningkatkan kesadaran risiko di kalangan mahasiswa dan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang industri risiko. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Deloitte Indonesia Enterprise Risk Services (ERS). Delloite merupakan salah satu dari empat kantor akuntan publik terbesar di dunia (Big Four).

 (Humas UGM/Satria)