Showing posts with label Sukses di Tangan Anda. Show all posts
Showing posts with label Sukses di Tangan Anda. Show all posts

Petuah Penting dari Sosok Chairul Tanjung Untuk Anak Muda Indonesia

Foto : forbesindonesia


 Saveupdata.com -Disaat muda, membangun suatu usaha memang tidak mudah. banyak hal yang harus bisa kita lalui. Baik dari segi modal, maupun ide apa untuk bisa memulai membuka usaha. Tidak jarang terkadang masa muda dihabiskan hanya sekedar main - main menghabiskan uang orang tua.

Mungkin para anak muda harus sering - sering baca buku tentang kewirausahaan, agar semangat untuk membangun suatu usaha dan tumbuh juga meraih kesuksesan. Dan kita harus bisa belajar dari para pengusaha - pengusaha sukses yang ada, khususnya di Indonesia. Contoh pengusaha sukses di Indonesia adalah Chairul Tanjung atau sering disebut CT.  

Berikut adalah petuah penting dari sosok Chairul Tanjung  yang harus bisa kamu jadikan motivasi untuk hidup lebih baik. " Orang yg ingin sampai ke puncak tertinggi haruslah orang yang di masa mudanya banyak menderita dan banyak berbuat"
 


Ayo sobat lakukan apa yang bisa kita lakukan demi masa depan yang lebih baik. Salam Sukses 

Ingin Sukses ?, Jadi Pengusaha Itu Harus Bisa Berpikiran Positif



Hadapi dan nikmati hambatan atau kegagalan. Membangun sebuah usaha hingga sukses tidaklah mudah, adanya hambatan serta resiko kegagalan hampir selalu membayangi setiap usaha. Untuk itu sebaiknya kita harus selalu berpikiran positif terhadap hambatan serta kegagalan yang ada, karena dalam tiap kesulitan akan ada kemudahan jika kita mau bekerja keras. Tanpa kita sadari, dalam keadaan terdesak kreativitas seseorang akan meningkat untuk mencari solusi dari masalah yang ada. 

Oleh karena itu, hadapi serta nikmati hambatan usaha karena akan menguatkan mental usaha kita dan menambah kemampuan kita dalam membangun usaha. Bila anda berhasil dalam mengatasi masalah yang ada anda kan semakin mempunyai bekal untuk lebih berani lagi dalam mengatasi segala masalah yang ada.
 
Kunci kesuksesan memulai usaha adalah berani menjadikan mimpi kita menjadi ide bisnis yang nyata. Jangan pernah takut gagal dalam memulai bisnis, karena setiap kegagalan akan memberikan pelajaran berharga bagi langkah bisnis Anda. Salam sukses.

Langkah Sederhana Sukses Diusia Muda


Diusia muda sebaiknya bisa menggunakan waktu dan tenaga serta pikiran dengan baik. Mengapa begitu karena sukses diusia mudah itu lebih baik dari pada sukses dimasa tua. Berikut adalah Tips dan pendekatan yang akan mendekatkan anda dengan target Anda untuk menjadi orang sukses:

1. Koneksi
Bukan berarti Anda hanya perlu bersosialisasi dengan orang kaya, namun carilah mereka dengan target yang sama dengan Anda. Mempunyai teman akan memudahkan Anda mencapai tujuan.

2. Perangi insting konsumsi
Generasi orangtua kita merupakan generasi yang rakus konsumsi. Kita diajari ini dan tidak benar-benar tahu cara menanganinya. Apalagi kita dibombardir dengan yang namanya "tren terbaru" tiap harinya. Ada si Kaya memilih apa yang mereka butuhkan untuk menghasilkan uang dan si Miskin membeli barang untuk membuat orang kaya lebih kaya.

3. Menabung untuk investasi
Jangan terburu-buru dalam berkarir dan lakukan investasi secara bijak. Skema "cepat kaya" hampir selalu tidak berhasil.

4. Pilih karir dengan bijak
Kalau mau jujur, memang yang ini lebih mudah dikatakan daripada dikerjakan. Dalam mencari tujuan karir, kita akan dipengaruhi oleh keinginan dari dalam, pertimbangan, dan saran dari orang lain. Ini membuat keadaan jadi sedikit runyam. Hari ini, kita bisa menggunakan sumber yang gratis untuk mendapat gambaran jelas tentang keadaan situasi ekonomi saat ini.

5. Lakukan riset tentang orang sukses
Seperti yang sudah disebutkan, banyak orang yang menjadi miliarder di usia muda. Seperti Mark Zuckerberg yang menjadi oang terkaya di planet ini. Coba anda lakukan riset tentang orang-orang sukses seperti Zuckerberg. Cari tahu apa yang menginspirasi mereka dan jalan mereka menuju kekayaan.

6. Buat target yang spesifik
Jangan hanya sekedar berpikir "coba saya ini orang kaya" setiap harinya. Anda harus berpikir dalam-dalam apa yang anda inginkan dalam hidup. Anda harus membuat target, mencari motivasi untuk merealisasikan target Anda dari hari ke hari.

7. Internet adalah sahabat Anda
Semua penuda tahu betapa luas Web dan itupun belum berhenti bertumbuh. Membuat jaringan, pemasaran, kesempatan bisnis, pendanaan, semua bisa Anda lakukan secara online. Namun, jangan juga menghindar dari kontak langsung.

8. Lakukan sekarang juga
Jika Anda melihat jadwal para miliarder muda, Anda akan melihat mereka bekerja 10-12 jam per hari dan dengan senang hati. Memaksakan diri melakukan apa yang tidak Anda inginkan hingga memberi ilusi Anda orang yang pekerja keras, namun sia-sia jika Anda tidak mempersiapkan untuk apa yang Anda betul-betul harus lakukan untuk mencapai target Anda.

9. Anda punya kelebihan sebagai pemuda
Oang-orang yang masih muda kerap menghadapi penolakan dan sikap sinis dari merek ayang lebih tua. Jangan kecil hati, Anda yang masih muda lebih mengerti dunia di masa sekarang dan punya daya tahan yang lebih tinggi.

10. Ketakutan adalah musuh
Jika Anda takut mencoba, Anda sudah gagal. Apalagi saat alasan Anda "saya terlalu muda". Kalau Anda tidak menganggap serius diri Anda, siapa lagi? Ketakutan memang bisa menjadi tanda untuk lebih berhati-hati, namun jangan sampai Anda melewatkan kesempatan. 

Semoga tips meraih sukses diusia muda ini bermanfaat dan bisa membangun jiwa kita untuk semangat wirausaha. Salam sukses

Solusi Cepat Sukses Dari Ustadz Yusuf Mansur Yang Bisa Kita Pratekan dan Amalkan




Cara Menjadi Sukses - Penghalang rezeki itu salah satunya adalah Dho’ful Iman, berkurangnya keyakinan terhadap Allah. Pemberi Rezeki adalah Allah. Maka mintalah kepada-Nya, jangan minta selain Allah. Apalagi sampai jadi ngemis sama manusia. Ngemis mah boleh, tapi ngemisnya ke Allah. Ngeluh sih juga boleh, tapi ngeluhnya ya ke Allah

Berkeluh kesahlah kepada Allah dengan memperbaiki kualitas ibadah dan keyakinan kita terhadap Kemahakuasaan-Nya.

Bahwa Allah-lah yang dapat mendatangkan rezeki bagi setiap makhluk-Nya. Dan Allah jugalah yang akan mengambil kembali apa yang sudah diberikan-Nya. Kapan Allah mengambil kembali rezeki-Nya? Kalau saudara pergunakan rezeki itu untuk hal-hal yang diharamkan Allah. Punya usaha, keuntungannya dicicil untuk berzina. Baru dikasih untung sedikit saja, sudah berzina, bagaimana mau untung? Allah sebenarnya tidak benci.. Allah itu sayang. Allah bilang, kalau dikasih duit lebih banyak lagi nanti makin hancur, duit pas-pasan saja zinanya berkali-kali bagaimana kalau duitnya banyak.

Bagaimana Cara Menjadi Sukses ?

Punya bagian tubuh yang lengkap, maka pergunakanlah untuk berihktiar dan bekerja. Tapi kalau hanya berhenti diurusan ikhtiar dan bekerja saja, ga akan dapat tuh rezeki yang kita harapkan. Kalau pun dapat, sesungguhnya kita tidak mendapatkan apa-apa, kecuali apa yang sudah menjadi takdir-Nya. Sebaik-baik harta adalah amal shaleh. Mudah-mudahan kita menjadi hamba yang disukai manusia dan juga Allah. Yang sukses di dunia, dan dikenali sama malaikat-malaikat-Nya.Kita sama-sama berdoa mudah-mudahan usaha kita semua sukses. Aamiin…

“…Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia.” (QS Ali-Imraan [3] : 47)

Mudah-mudahan kita semua bisa sukses di dunia dan akhirat, amin.. amin.. ya Rabb.




Sumber : http://wisatahatiyusufmansur.com

Kisah Sukses :Sosok Pengusaha Abdul Latief Lulusan APP Jakarta, Keharusan Untuk Beradaptasi

 

 Foto reuni APP Jakarta BPK RI

Abdul Latief lahir pada tanggal 27 April 1940 di Kampung Baru, Banda Aceh. Anak keenam dari sembilan bersaudara ini, dibesarkan di tanah rencong itu. Dua puluh tahun sebelumnya, ayahnya meninggalkan Tanah Minang, dan menetap di Aceh sebagai pedagang. Ayah dan Ibunya dikenal sebagai aktivis Muhammadiyah di Aceh. Sayang, ayah Abdul Latief meninggal tatkala ia berumur empat tahun. Dalam suasana pergerakan mempertahankan kemerdekaan dan perjuangan rakyat Aceh itu, Abdul Latief dibesarkan oleh ibunya. Karena dibesarkan dalam zaman-zaman perjuangan dengan suasana politik yang panas, Abdul Latief bercita-cita jadi politikus di kemudiah hari. Namun, ibunya mengarahkan menjadi saudagar yang bersifat nasional seperti ayahnya. 

Ibu Abdul Latief adalah juga pejuang hidup, pada tahun 1950 ia membawa Abdul Latief bersaudara pindah ke Jakarta, berharap bisa berubah nasib di ibukota. Itulah sebabnya masa Remaja Abdul Latief diwarnai dengan kehidupan Remaja Betawi. Sosok Abdul Latief menyelesaikan pendidikan Sekolah lanjutan pertama dan atas di Jakarta. Ia kuliah di APP ( Akademi Pimpinan Perushaan ) Kementerian Perindustiran kampus yang mencetak orang - orang sukses di masa itu,  kemudian mengambil sarjananya pada tahun 1965 di Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana, Jakarta. Selama tahun 1945 dan 1966, situasi politik nasional sedang kacau. Demonstrasi-demonstrasi memenuhi jalan raya. Abdul Latief mengambil peran memasok makanan pada demonstran itu. Situasi belum pulih, tapi Abdul Latief diberi kepercayaan untuk mempelajari manajemen toserba dan supermarket di Seibu Group, Tokyo. Sebalik pulang Sekolah dari Jepang itu, ia lalu melangsungkan pernikahannya dengan Nursiah, gadis tetangga di Jakarta, pada tahun 1967.


Abdul Latief di Kalangan Pemuda


Ada sebagian orang menyebut Abdul Latief, Dirut Alatief Corporation, masih aktif sebagai tokoh muda. Padahal, umur pendiri organisasi Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) itu sudah lebih setengah abad. Setidaknya, ada dua alasan kenapa ia masih dianggap aktivis Pemuda. Pertama, dalam berbagai kegiatannya, Abdul Latief selalu terlihat segar dan sangat bersemangat. Kepeloporan dan idealisme mengangkat pengusaha kecil, terutama yang berkaitan dengan bisnisnya, sering ia lakukan dengan gaya orang muda yang mampu melihat jauh ke depan. Kedua, Abdul Latief yang penampilannya setiap hari selalu trendy dan modis ini, sangat gemar berolahraga. Sehubungan dengan itu,


ia juga rajin menjaga kondisi fisiknya, sehingga wajahnya kelihatan jauh lebih muda dibanding usianya. Abdul Latief memang terkenal lihai menjalin kerjasama dengan banyak orang. Ia sangat dipercaya oleh mitra bisnisnya. Bahkan, rekan bisnis di luar negeri pun, mau mengikat kerjasama dengannya, kendati ikatan itu tidak selalu hitam di atas putih.


Lewat Hipmi, Abdul Latief berhasil mengarahkan sejumlah besar Pemuda untuk menjadi pengusaha. Belakangan, Hipmi menjadi wadah yang amat digandrungi oleh ratusan pengusaha muda Indoesia. Banyak di antara para pengusaha muda itu adalah anak para pejabat dan mantan pejabat. Kesuksesannya mengantar Hipmi sebagai sebuah organisasi profesional, menyebabkan ia selalu terlibat dalam pembicaraan atau diskusi tentang pembinaan generasi muda. Baik dalam acara yang diselenggarakan Hipmi, maupun dalam acara yang diselenggarakan oleh organisasi Pemuda lainnya. Setelah lulus dari Akademi Pimpinan Perusahaan (APP), Jakarta, dengan Predikat cumlaude, pada tahun 1963, Abdul Latief mendapat tawaran kerja di Stanvac di Sungai Gerong. Perusahaan asing yang bergerak di bidang eksplorasi minyak itu, akan memberi penghasilan dan karir yang baik baginya. Akan tetapi, gurunya di APP, menganjurkannya bekerja di Pasar Sarinah. Prospek kerja di pasar swalayan milik pemerntah itu, jauh lebih baik di bandingkan di Stanbac. Sebab, Bung Karno sebagai Presiden RI saat itu, sangat memberi perhatian untuk mengembangkan toko serba ada yang pertama di Indonesia itu.


Anjuran gurunya itu masuk akalnya, lalu ia pun bekerja di Pasar Sarinah. Abdul Latief mendapat tugas di bagian perencanaan. Lewat tugas ini, Abdul Latief berkesempatan berkeliling mengunjungi beberapa negara, terutama untuk mempelajari perkembangan iklim perdagangan di negara-negara itu. Singapur, Jepang, Eropa, Amerika menjadi negara yang dijelajahi pada waktu itu. Tidak lama kemudian ia diangkat sebagai Pimpinan Promosi Penjualan dan Pengembangan Eksport PT. Departemen Store Indonesia Sarinah (Pasar Saringah). Ia menimba banyak pengalaman dan pengetahuan. Ia memiliki relasi bisnis yang cukup luas, baik dalam negeri maupun luar negeri. Delapan tahun ia bekerja di Sarinah. Tantangan demi tantangan telah mampu ia selesaikan dengan baik. Dan, ia ingin mencari tantangan-tantangan yang lebih memberikan masa depan yang lebih baik baginya. Seolah-olah Pasar Swalayan Sarinah tidak lagi memberi prospek yang diinginkannya. Konsep pemasaran yang diambilnya dari Jepang kurang mendapat tanggapan pimpinan Sarinah. Ia pun mengambil keputusan besar, lalu meninggalkan Pasar Sarinah pada tahun 1971. Selama di Sarinah, Abdul Latief termasuk beruntung, karena ia sempat
disekolahkan ke luar negeri. Ia belajar manajemen toko serta ada di Jepang selama dua tahun. Pulang dari sana, ia tidak hanya memiliki ilmu mengolah pasar swalayan, tetapi juga membawa mobil dan sejumlah uang saku. Dengan modal itu, ditambah relasi bisnisnya yang sudah sedemikian luas. Apalagi jabatannya sebagai pimpinan promosi Pasar Sarinah, menyebabkan ia banyak teman dan banyak yang mengenalnya. Itulah yang mendorong dia untuk mandiri dan buka usaha sendiri.


Abdul Latie Pengusaha Ekspotir 
Pada tahun 1971 itu, ia langsung menjadi eksportir barang-barang kerajinan, yang masih dalam skala kecil. Sebagian dari modal yang dimilikinya dipakai untuk membeli tanah luas milik temannya yang sedang butuh duit. Pada tahun yang sama, Abdul Latief juga mulai mencoba meminjam kredit dari bank dengan jaminan tanah di atas. Kredit komersial Rp. 30 juta itu diperolehnya dari BDN. Ia mendirikan PT. Latief Marda Corporation, bergerak dibidang ekspor impor. Ia dibantu adiknya Abdul Muthalib. Tatkala usahanya sudah mulai memperlihatkan perkembangan, ia pun berpikir lebih maju lagi. Kebetulan tanah itu terletak di jalan Jakarta By Pass, sehingga ketika di jual harganya mahal sekali. Hasil penjualan ini yang kemudian menjadi modalnya mendirikan PT Indonesia Product Centre Sarinah Jaya pada tahun 1973. Nama pasar swalayan ini ada kaitannya dengan tempat asal dia bekerja. Nama itu secara historis punya arti tersendiri bagi Abdul Latief. Setahun kemudian, pasar swayalan milik Abdul Latief itu berkembang pesat. Ia mondar mandir Jakarta Singapur. Urusannya bukan hanya soal ekspor-impor, tetapi ia sudah mulai terjun di bisnis properti di negara pulau itu. Tahun 1975 ia membuka cabang pasar swalayannya di kota itu. Di sana ia membeli toko dan gedung, harganya tidak semahal sekarang, karena saat itu Singapura baru mulai membangun negaranya.


Akumulasi kekayaan yang berhasil dia kumpulkan selama sepuluh tahun berusaha secara mandiri, dia pakai untuk mendirikan Pasaraya di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Gedung Pasar Swalayan yang masuk kategori mentereng ini, dibangun Abdul Latief pada tahun 1981. Disinilah tonggak pertama yang ditancapkan Abdul Latief untuk mengukuhkan dirinya sebagai salah seorang pengusaha pedagang eceran yang patut diperhitungkan. Sebutan konglomerat – sesuatu istilah yang tak disukainya – sudah mulai melekat padanya. Ia selalu duduk semeja dengan para pengusaha kenamaan lainnya. Bahkan dengan pimpinan puncak pasar swalayan asal tempatnya kerja pun, ia sudah terlihat memiliki perbedaan. Lebih dari pada itu, Abdul Latief mendapat tempat yang terhormat di mata pemerintah. Sebab, ia mengangkat harga kehidupan dari sekian banyak
pengusaha kecil. Oleh sementara orang ia disebut “Pahlawan pengusaha kerajinan rakyat Indonesia.” Perjalanan usahanya yang baik itu, rupanya tidak selamanya mulus. Pada akhir tahun 1984 Pasaraya Sarinah Jaya kepunyaannya di Blok M terbakar. Inilah percobaan pertama terberat yang dialaminya. Kerugian yang ia derita bukan hanya puluhan miliar, puluhan ribu pengunjungnya setiap hari, terpaksa berhenti sampai bangunan itu diperbaiki kembali. Ia tidak ingin putus kontrak dengan 2000 produsen kecil yang menyuplai keperluannya. Kesulitan ini, ia hadapi dengan tenang, 1200 karyawannya tidak akan diberhentikan, mereka disuruh Abdul Latief belajar manajemen, komputer, accounting, bahasa Inggris. Untuk program belajar ini, Abdul Latief mendatangkan pelatih dan pengajar ahli dari Singapur dan Hongkong. Yang menggembirakan Abdul Latief adalah kesediaan pihak asuransi menanggung sebagian kerugian itu. Bantuan dari rekan-rekannya, juga dari pihak pemerintah maupun swasta, sangat menjadi semangat baru bagi Abdul latief untuk memikirkan yang baik buat ekspansi bisnisnya.


Secara perlahan kerugian puluhan miliar rupiah itu, sirna sebagai gangguan pikirannya. Abdul Latief menata kembali jalur-jalur bisnisnya yang sudah sempat terputus. Lalu, diatas tempat gedung yang terbakar, telah berdiri dengan megahnya Pasaraya Sarinah. Bangunan berlantai
sembilan itu luas lantainya 42.000 meter. Pengunjung pasar swalayan itu, ada sekitar 100.000 orang perhatiannya. 40% diantaranya adalah yang berbelanja. Dari tahun ke tahun penjualan di Pasaraya Sarinah naik terus. Dan terus menerus pula memberikan penambahan modal bagi Abdul Latif. Kawasan Blok M dimana Pasaraya ada, menjadi inceran para pengusaha bisnis eceran. Banyak konglomerat berlomba membangun fasilitas belanja di daerah itu. Kelompok Subsentra dan Pakuwon jati sudah membuka Blok M Plaza. Ometraco Group membangun pertokoan di bawah tanah, persis di bawah bekas terminal Blok M. Itulah sebabnya, ketika ada tanah seluas 1,4 hektar, dekat Blok M ditenderkan Deplu kepada para pengusaha tahun 1990, puluhan yang datang mendaftar, kendati pengumumannya tidak dilakukan secara terbuka.


Ada sebagian orang menyebut Abdul Latief, Dirut Alatief Corporation, masih aktif sebagai tokoh muda. Padahal, umur pendiri organisasi Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) itu sudah lebih setengah abad. Setidaknya, ada dua alasan kenapa ia masih dianggap aktivis Pemuda. Pertama, dalam berbagai kegiatannya, Abdul Latief selalu terlihat segar dan sangat bersemangat. Kepeloporan dan idealisme mengangkat pengusaha kecil, terutama yang berkaitan dengan bisnisnya, sering ia lakukan dengan gaya
orang muda yang mampu melihat jauh ke depan. Kedua, Abdul Latief yang penampilannya setiap hari selalu trendy dan modis ini, sangat gemar berolahraga. Sehubungan dengan itu, ia juga rajin menjada kondisi fisiknya, sehingga wajahnya kelihatan jauh lebih muda dibanding usianya.


Abdul Latief memang terkenal lihai menjalin kerjasama dengan banyak orang. Ia sangat dipercaya oleh mitra bisnisnya. Bahkan, rekan bisnis di luar negeri pun, mau mengikat kerjasama dengannya, kendati ikatan itu tidak selalu hitam di atas putih. Lewat Hipmi, Abdul Latief berhasil mengarahkan sejumlah besar Pemuda untuk menjadi pengusaha. Belakangan, Hipmi menjadi wadah yang amat digandrungi oleh ratusan pengusaha muda Indonesia. Banyak di antara para pengusaha muda itu adalah anak para pejabat dan mantan pejabat. Kesuksesannya mengantar Hipmi sebagai sebuah organisasi profesional, menyebabkan ia selalu terlibat dalam pembicaraan atau diskusi tentang pembinaan generasi muda. Baik dalam acara yang diselenggarakan Hipmi, maupun dalam acara yang diselenggarakan oleh organisasi Pemuda lainnya. Cepat berpikir, gesit dalam bertindak adalah ciri khas Abdul Latief. Pernah suatu kali, penjualan barang-barang kelontong dalam pasar swalayan kepunyaannya, naiknya seret sekali. Yang datang banyak, yang membeli sedikit. Lalu, Abdul Latief


mempelajari kenapa demikian. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan dan dari penganalisaan data yang ada, ia berkesimpulan: daya beli masyarakat masih rendah. Solusinya : daya beli masyarakat harus ditingkatkan. Berarti harus ada tambahan penghasilan bagi masyarakat. Mulai saat itu, ia pun mengajak orang untuk berusaha sehingga pendapatan bertambah. Lalu, Abdul Latif mendirikan Hipmi pada tahun 1972 dan ia menjadi Ketua umum yang pertama. Ia mengarahkan para anggota Hipmi itu untuk segera membuka usaha, sekalipun usaha itu dalam ukuran paling kecil. Dari hasil binaan yang dilakukannya, maka banyak pengusaha kecil memproduksi barang-barang kerajinan tangan, mencari barang atau produk yang bisa dijual dan jadi uang, sehingga pendapatan bertambah. Abdul Latief membantu para pengusaha kecil untuk menitipkan barangnya di pasar swalayan kepunyaannya. Bahkan, Abdul Latief juga membantu para pengusaha kecil itu mengekspor produknya ke luar negeri. Lewat langkah-langkah itu, ekspor nonmigas naik. Devisa nasional bertambah, pertumbuhan ekonomi beranjak naik, tingkat beli masyarakat otomatis jauh lebih baik dibanding sebelumnya.


Komitmen Abdul Latief membesarkan pengrajin kecil, disamping karena memang dibutuhkan untuk meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk pasar swalayan, juga untuk memenuhi permintaan Ir. Ginanjar Kartasasmita, menteri muda urusan peningkatan penggunaan produksi dalam negeri saat itu, untuk meningkatkan produksi nasional. Sampai sekarang Abdul Latief masih tetap konsisten terhadap komitmen itu. Kegiatannya mendorong dan mengembangkan industri kecil itulah, maka ia dipercaya sebagai Ketua kompartemen perdagangan dan koperasi Kadin Indonesia periode 1979-1982. Bagi Abdul Latief, adanya kesenjangan antara pengusaha kecil dan pengusaha kuat, tidak lepas dari adanya perbedaan pengusaha pribumi dan pengusaha non pribumi di masyarakat kita. Pengusaha pribumi sering diartikan sebagai pengusaha lemah dan kecil sehingga perlu dilindungi dan diangkat. Ia melihat perbedaan pengusaha pribumi dan non pribumi sebagai sesuatu persoalan yang serius. Sehingga ia meminta pemerintah untuk menangani persoalan itu dengan cepat agar kesenjangan sosial itu tidak menimbulkan gejolak sosial. Menurut Abdul Latief, pengusaha kecil yang umumnya pengusaha pribumi tidak perlu diangkat dan dilindungi, tetapi didorong dan dikembangkan. Apalagi pada era globalisasi ini, negara-negara 4 macan Asia adalah hampir semuanya non-pribumi. Hal itu dikuatirkan menjadi masalah di kemudian hari, sebab, para pengusaha dari negara yang maju secara ekonomi itu, pasti akan lebih percaya menjalin bisnis dengan pengusaha sesama non pribumi.


Sehubungan dengan itu, Abdul Latief melalui makalahnya yang berjudul “Konsep Mendorong dan Mengembangkan Pengusaha Pribumi,” ia mengajukan 4 dasar langkah pemecahan masalah tersebut. Pertama, Political Will pemerintah membantu pengusaha pribumi. Kedua, Konsep yang cocok untuk mengembangkan usaha pribumi yang sejajar dengan non pribumi, bukan konsep Alibaba. Bank pemerintah harus memprioritaskan pemberi kredit kepada pengusaha pribumi. Keempat, semua proyek pengadaan barang dan jasa pemerintah sepenuhnya diserahkan kepada pengusaha pribumi. Hal itu disampaikan Abdul Latief pada Seminar Pribumi dan Non-Pribumi yang diselenggarakan Editor pada HUT-nya yang ke-4 tahun 1991 silam.


Kini, Abdul Latief terus melaju dengan Alatief Corporation. Makin banyak mitranya makin banyak perusahaan kecil yang dibimbing dan dimajukannya. Bidang usahanya sudah merebak ke berbagai jenis usaha, tidak lagi hanya pada bisnis retail seperti yang ditekuninya ketika mulai berusaha. Dari puluhan jenis usaha, Pasaraya lah yang menjadi tulang punggung bisnisnya Abdul Latief mengkoordinir pengawasan semua unit usaha itu melalui Alatief Investment Corporation. Gedung Sarinah Pasaraya di Blok M, Jakarta Selatan, adalah salah satu pertokoan yang megah di Ibukota. Di gedung berlantai sembilan itu, terlihat segala macam keperluan rumah tangga. Baju-baju yang trendy dan modis, mulai dari yang agak murah sampai yang paling mahal, tersedia di supermarket yang nyaman itu. Ribuan jenis produk kerajinan tagan dari industri kecil / industri rumah tangga sampai produk-produk elektronik, ada di tempat itu. Dari pagi sampai malam, para pramuniaga yang ramah selalu menyapa melayani para pembeli di gedung yang bernilai Rp. 200 miliar itu. Abdul Latief menyesalkan berdirinya beberapa pusat pertokoan modern di Jakarta, yang jelas-jelas mematikan pengusaha kecil dan tradisional. Industri kecil itu sepertinya tidak mendapat tempat untuk hidup, sebab ia memang tidak mempunyai kemampuan bersaing dengan pengusaha modal besar. Gejalanya, memang pengusaha sekelas raksasa masuk ke pasar tradisional. Sehingga pengusaha kecil itu tergusur atau tenggelam. Mestinya pemerintah mencegah para pemodal kuat itu untuk tidak sembarangan masuk ke pasar yang pangsa pasarnya merupakan lahan pengusaha kecil. Ketika salah satu pasar swalayan terbesar di dunia dari Jepang, yaitu SOGO, membuka cabangnya di Indonesia, Abdul Latief termasuk salah seorang yang bersuara keras menentang kehadirannya. Alasan penolakannya, karena saat itu beredar isu modal asing akan masuk ke bisnis eceran di Indonesia. Ia juga mempertanyakan kenapa Sogo memasukkan 805 produk  impor, justru bukan memajukan produk dalam negeri. Padahal, jauh sebelum itu, Abdul Latief memang sudah terikat pada komitmennya untuk memajukan produksi nasional. Menurut pikirannya, pemodal kuat dalam negeri saja sudah mulai mengganggu kehidupan pengusaha kecil, apalagi kalau pengusaha yang datang itu dari luar negeri. Bukankah setiap kali Sogo masuk ke suatu pusat pertokoan, pesaing yang sudah ada biasanya minggir. Tapi ternyata bukan modal asing, dan pangsa pasar Sogo pun juga tidak sama, akhirnya Abdul Latief tidak terlalu keberatan lagi. Memang Abdul Latief mempunyai pertokoan di Blok M, tetapi tidak di pusat pertokoannya. Pasaraya Sarinah menjadi pendukung Pasar Tradisonal Blok M. Konsep yang dikembangkan Pasaraya, menurut Abdul Latief, membeli tanah, membangun gedung, dan membuat kavling pasar baru. Kalau masuk ke pusat pertokoan, memang cepat maju, tetapi itu intervensi namanya, membunuh orang lain, kata Abdul Latief.


Dampak konsep yang dikembangkan Abdul Latief, pasar swalayannya tidak sekencang kemajuan pasar swalayan bermodal kuat itu. Untuk mengatasi dampak ini, ia melakukan sesuatu secara kreatif, agar orang mau datang dan akhirnya berbelanja mengembangkan produk dagangan model yang menarik. Disain baju misalnya, dilakukan dengan mode dan disain yang paling akhir, persis sama dengan mode yang  dikembangkan di negara-negara yang kaya mode seperti Perancis. Ini tidak terlalu sulit bagi Abdul Latief, karena ia sendiri juga penggemar model. Itulah sebabnya, setiap hari, ia selalu tampil dengan busaha yang berdisain menarik. Di segi lain, disamping keramahan pelayanan, bentuk dan disain ruangan pertokoan menjadi faktor yang harus diperhatikan penataannya. Menurut Abdul Latief, perusahan bentuk dan disain ruangan pertokoan, dilakukan terus menerus untuk menghindari kebosanan para pengunjung. Kalau perlu, sekali dalam tiga tahun, dilakukan renovasi-renovasi. Melalui penataan pasar swalayan dengan konsep tidak dipusat perbelanjaan tradisional itu, Abdul Latief mengembangkan tiga macam filosofi. Pertama, pengusaha kecil adalah bagian dari kemajuan jenis usaha yang berskala lebih besar. Karena itu, yang kecil memang harus diperhatikan dan diberi tempat yang wajar. Kedua, pengelolaan pasar swalayan harus selangkah lebih maju dari keinginan konsumen. Artinya, yang disediakan di pasar swalayan tidak hanya sekedar yang diinginkan oleh konsumen. Tetapi, apa yang menjadi keinginan konsumen berikutnya. Dalam hal ini perlu antisipasi, sebab situasi terus mengalami perubahan dan perkembangan. Ketiga, lewat berbagai jenis produk dagangan dengan segala inovasinya, dan kreativitas menata produk jualan itu di pertokoan, serta imajinasi mendesain bentuk ruangan yang menarik, akan mencerminkan identitas bangsa. Budaya bangsa terlihat dengan mudah melalui pembuatan dan penjualan produk di pasar swalayan itu.


Sukses di pasar swalayan, ia membuka pembibitan benur di Bulikumba, Sulsel. Usaha itu menghasilkan 100 juta benur pertahun. Abdul Latief juga membuka tambak udang seluas 120 hektar dengan hasil 4 ton per hektar. Dua sampai tiga kali panen dalam setahun. Ia mengelola beberapa perkebunan, membuka usaha penerbitan buku, dan usaha jasa periklanan, asuransi dan berbagai jenis bisnis yang lain. Sambil melakukan ekspansi bisnis, Abdul Latief juga tertarik pada bidang pendidikan dengan tiga alasan. Pertama, ia memang membutuhkan sejumlah besar tenaga terampil di berbagai bidang. Kedua, ia ingin ikut berusaha meningkatkan kecerdasan warga negara umumnya dan generasi muda khususnya. Ketiga, Abdul Latief adalah pernah menjadi guru, malah menjadi Direktur Akademi Pimpinan Perusahaan Departemen Perindustrian, tempat ia belajar. Salah satu Sekolah yang ingin ia dirikan adalah Sekolah Politeknik. Pendirian Sekolah itu merupakan salah satu kegiatan dari Yayasan Abdul Latief yang didirikan dan diketuainya sendiri. Dari berbagai aktivitasnya yang begitu padatnya. Abdul latief selalu berusaha menjaga kesehatan fisiknya. Setidaknya, ia melakukan general check up dua kali setahun. Secara rutin ia
olahraga joging, senam, renang, teknis, dan kalau ada waktu main golf. Ia selalu olahraga pagi, terutama untuk menghindari ketegangan-ketegangan. Ia ingin hidup dalam kondisi segar, fit, energik. Tubuhnya padat, gesit, perut tidak buncit.


Itulah Abdul Latief yang mencatat kesuksesan-kesuksesan selama hidupnya. Mulai dari Predikat tamatan cum laude di APP ( Akademi Pimpinan Perusahaan ), kemudian menjadi pimpinan promosi Pasar Sarinah, keliling berbagai negara, memberanikan buka usaha sendiri, maju, sukses, lalu gagal, sukses dan berkembang lagi, sampai menjadi pengusaha yang besar seperti sekarang ini. Bagi Abdul Latif, sebenarnya masih ada 25 tahun lagi waktu buatnya untuk berkiprah di dunia bisnis. Namun, ia sudah memasang ancang-ancang untuk memperbesar porsi kegiatan sosial budaya lewat yayasannya. Ia juga telah mempersiapkan generasi keduanya untuk melanjutkan dynasty Alatief Investment Corporationnya. Abdul Latief adalah lambang kesuksesan pedagang berdarah Minang di zaman orde baru. Berasal dari salah satu suku yang sudah terkenal gigih berdagang selama beradab-abad.
Semoga ada sosok penerus seperti pengusaha Hebat Abdul Latief, dan begitu juga kampus APP ( Akademi Pimpinan Perusahaan ) tak lelah mencetak kader - kader pengsuaha yang tangguh  dan sukses demi memajukan Bangsa Indonesia. Salam Wirausaha Muda.


Editor : Nurma
Sumber : Berbagai sumber

Sarjana Fisika Ber-IPK 3,49 Ini Rela Jualan Jamu Keliling




Dilahirkan di Bantul 21 September 1991, Sutriyani tumbuh menjadi dewasa dilingkungan keluarga sederhana. Penghasilan ibunya sebagai penjual jamu keliling sekadar mampu menolong hidup keluarganya. Meski begitu, soal pendidikan perempuan bersahaja itu selalu menempatkannya diurutan pertama.

Dengan perjuangan pantang menyerah, Juli 2014 lalu, alumni SMK N 1 Sewon Bantul tahun 2010 meraih ijazah SI Fakultas Keguruan Pendidikan Fisika Universitas Sarjana Wiyata Yogyakarta dengan IP 3,49. Bermodal ijazah itu, awalnya Sutriyani yakin akan mendapatkan pekerjaan layak. Namun kenyataan berkata lain, kepandaiannya tidak cukup ampuh untuk menjadi penolong nasibnya.
“Terus terang hati ini kadang sakit, sudah mengikuti seleksi sesuai prosedur, tetapi karena tidak ada yang ‘membawa’ akhirnya niat gagal,” ujarnya mengenang pengalamannya ketika melamar di sebuah rumah sakit.

Namun putri pasangan Ponijan dan Ny Tukilah warga Dusun Samen RT 01 Sumbermulyo Kecamatan Bambanglipuro Bantu ini tidak menyerah dengan keadaan. Dengan sisa semangatnya, Februari 2015 mengambil keputusan berani dengan menjadi penjual jamu keliling seperti ibunya. Sikap yang membuat orangtuanya geleng-geleng kepala. Namun Sutriyani maju terus pantang untuk mundur meski cibiran kerap diterimanya.

Bahkan statusnya sebagai sarjana SI Fisika tidak membuat malu harus jualan jamu. “Ibu saya saja jualan jamu bisa mengantarkan saya jadi sarjana, mengapa harus malu jualan jamu, karena jamu saya bisa sekolah dan kuliah,” ujarnya bijak.

Baginya berjualan jamu awalnya memang sangat tidak nyaman dirasakan. Karena sejak awal sudah berjuang dibangku perguruan tinggi tentunya harapan orangtua putrinya menjadi pegawai negeri sipil (PNS). “Waktu di SMK saya mengambil jurusan boga, dengan harapan bisa mendapat kerja, akhirnya saya pilih jurusan Fisika, “jelasnya.

Meski sekarang ini sudah menjalani profesinya sebagai penjaul jamu, namun perempuan sederhana itu tetap menjaga ilmunya tidak hilang. Salah satunya dengan memberikan bimbingan terhadap anak-anak ketika menjajakan jamu keliling.

Sekarang ini sudah ada satu anak dibina disela menjajakan jamu. “Ketika sambil menjajakan jamu, sekitar 30 menit, karena saya juga harus jualan,” jelasnya. Bagi Sutriyani memberikan bimbingan les kepada siswa bukan hal asing. Karena waktu kuliah, waktu senggangnya diisi dengan membuka bimbingan belajar di rumahnya. Mulai SD, SMP hingga SMA. Bagi alumni MTsN Bantul Kota ini melihat sesuatu jangan hanya tampilan luarnya semata. “Memang sebatas jualan jamu, bersaing jangan hanya dari tempat kerja, atau penampilan, tetapi hasil yang dicapai dan perkembangannnya kedepan,” jelasnya.

Awalnya jamu dijajakan dengan sepeda onthel, namun kini sudah berganti dengan motor. Konsumennyapun semakin banyak dari sejumlah kecamatan di Bantul selatan. Sementara terkait dengan produknya, sejauh ini fokus menjajakan jamu Jawa dengan olahan serba manual. Untuk menjaga kualitas tidak memanfaatkan serbuk jamu. Tetapi semua diproses secara alami, mulai penumbukan hingga siap disajikan. “Kami tidak meramu jamu dengan serbuk instan, semua dibuat secara alami, agar kualitas tetap terjaga,” jelasnya.


via krjogja

Kisah Sukses Pelaku Bisnis di Internet : Jual Kasur Hingga ke Arab

Merambah bisnis di internet memang sanggup meledakan sebuah usaha. Ini bukan sekedar jargon belaka. Saya sudah membuktikan sendiri beberapa cerita sukses dari para pelaku bisnis di internet. Salah satunya adalah seorang ibu muda, yang sudah menjalankan bisnis di internet sejak tahun 2009. 

Sekarang usahanya sudah menembus pasar Eropa, Amerika, Australia bahkan negeri Arab. Susan, demikian nama ibu muda ini, yang sejak kecil sudah tumbuh di lingkungan bisnis. Ayahnya adalah pengusaha kasur, pemilik PT. Erlangga Trimanunggal Kusumah di Bandung yang sudah berjalan sejak tahun 1973. 

Mungkin didikan inilah yang kemudian menumbuhkan jiwa enterpreneur dalam diri Susan hingga ia mampu membaca ebuah peluang dengan cepat. Peluang usaha kasurnya terbuka ketika Susan dikaruniai seorang putra. Beliau kesulitan mencari kasur alas tidur bagi anaknya yang sudah beranjak besar dan sudah mulai merangkak. Membiarkan anak di tempat tidur yang tinggi jelas beresiko.


Alhasil Susan berinovasi dengan sisa bahan kasur dari pabrik ayahnya. Memanfaatkan potongan kasur sisa produksi yang tipis, ia melapisinya dengan kulit buatan berkualitas baik dengan warna-warni cerah. Supaya lebih mudah dibersihkan pikirnya.

Awalnya, playmat ini dibuat hanya untuk pemakaian pribadi. Tapi satu waktu di tahun 2009, Susan iseng mengunggah foto playmat buatannya ini. Melihat playmat buatannya sangat unik, rekan-rekan Susan jutru tertarik untuk membelinya. Ternyata tanggapan dari rekan-rekan Susan sangat memuaskan. Padahal harga playmat yng dibandrol Susan adalah harga 500 ribu hingga 1 juta rupiah.

Susan lantas memutuskan untuk menjalankan dan membangun usaha ini secara serius. Apalagi dengan memanfaatkan bahan kasur dari pabrik  ayahnya yang terkenal dengan kualitasnya yang baik. Langkah awalnya, Susan membuat page di facebook dan web untuk memasarkan playmatnya. Playmat tersebut ia beri nama “Swallow”. 

Katanya nama “Swallow” ini berasal dari bahan baku kasur swallow yang Susan pakai buat bikin playmatnya. Susan lebih memilih bisnis di internet dengan membuka online store karena menurutnya bisnis dengan internet ini luas dan tanpa batas.

Tapi yang namanya usaha nggak lengkap kalau belum menemui halangan. Ditengah usahanya yang mulai berjalan, tiba-tiba keluarga Susan harus pindah ke Australia karena pekerjaan suami menuntut ia harus meninggalkan Indonesia. Beruntung sejak awal Susan memilih bisnis di internet. Jadi Susan hanya perlu merekrut tenaga tambahan untuk mengontrol produksi dan pengiriman. Sedangkan untuk manajemen ia kelola sendiri dari Australia.

Bisnis di internet membuat jarak sudah bukan lagi sebagai penghalang kemajuan usaha. Meski pengelolaan usaha kasur Susan dari jarak jauh, bisnis internet halal swallow playmat bisa tetap maju bahkan lebih berkembang. Penjualan meluas hingga ke Australia, Amerika, Eropa, Arab dan banyak negara Asia lainnya.
Itulah hebatnya bisnis di internet. Anda lihat sendiri bagaimana Susan, pemilik usaha Swallow Playmat bisa bertahan dengan kendala yang dihadapinya. Nah, Susan sempat berbagi rahasia kepada teman saya mengapa peluang usaha bisnis internet “Swallow Playmat”-nya bisa sesukses seperti sekarang.
  1. Kunci dari bisnis di internet adalah pelayanan dan kepuasan. Jadi jangan pernah abaikan konsumen dan calon konsumen Anda.
  2. Produk kasur “Swallow Playmat” ini hingga saat ini belum ada yang menandingi dari segi kualitas. Susan sangat ketat dalam menjaga kualitas produknya.
  3. Produk playmat Susan sistemnya custom. Jadi konsumen bisa punya pilihan yang bisa disesuaikan dengan selera meraka. Hal ini membuat produk Susan terkesan personal sehingga mempunyai diferensiasi yang kuat.
  4. Susan sangat yakin akan produknya. Meski Susan menentukan harga jual produknya cukup tinggi, Susan sangat percaya diri bahwa produknya memang pantas dihargai dengan nilai yang tinggi. Keyakinan ini terpancar pada saat Beliau meyakinkan konsumennya, sehingga mendorong konsumen untuk ikut yakin bahwa produk Susan sangat berkualitas.
Itu tadi sedikit rahasia Susan yang sempat saya dapatkan. Anda tertarik untuk mengikuti jejak Susan untuk kaya dari bisnis internet? Atau Anda sudah memutuskan akan mengambil peluang bisnis lewat internet yang lainnya. Tapi setidaknya, silahkan mampir untuk melihat produk-produk apa saja yang sudah Susan hasilkan dari bisnis melalui internet nya. Anda bisa klik link ini, bisnis di internet. Siapa tahu bisa jadi inspirasi Anda…

Cara Meraih Kesuksesan : Ikuti Langkah Ini, Sukses di Tangan Anda

Kata kesuksesan adalah kata yang paling diidam-idamkan banyak orang. Semua orang pasti ingin meraih kesuksesan. Masalahnya adalah, bagaimana langkah atau cara meraih kesuksesan tersebut?

 
Well, cara mencapai kesuksesan sebenarnya mudah. Yang susah adalah bagaimana Anda bisa selalu konsisten untuk mempraktekkan cara menuju kesuksesan tersebut. Kali ini saya akan bantu Anda untuk memberikan sebuah cara meraih kesuksesan. Tetapi syaratnya, Anda harus benar-benar meresapi penjelasan saya di bawah ini

Apa perbedaan antara negara miskin dan negara kaya? Bukanlah pada umur suatu negera… Dapat Anda saksikan bahwa negara India dan negara Mesir umurnya lebih dari 2000 tahun, tetapi mereka tetap merupakan negara miskin.

Di lain pihak… Kanada, Australia dan Selandia Baru, 150 tahun yang lalu merupakan negara yang tidak mengesankan. Namun saat ini merupakan negara yang maju dan kaya.
Kemudian, apakah perbedaan antara negara yang miskin dan negara kaya? Juga bukan karena tersedianya sumber daya alam. Jepang adalah negara kecil di mana 80% tanahnya bergunung, yang tidak cocok untuk pertanian dan peternakan. Tetapi bisa Anda lihat, Jepang merupakan negara terkaya kedua di dunia. 

Negara ini merupakan negara industri, menyimpan bahan mentah dari seluruh dunia, dan mengekspor menjadi barang jadi. Contoh lain adalah negara Swiss. Negara ini tidak menanam pohon coklat di negaranya tetapi mampu memproduksi coklat yang terbaik di dunia. 

Di dalam lahan yang sempit, mereka dapat beternak dan bertanam yang dapat dipanen 4 kali dalam setahun. Tidak hanya itu, mereka juga memproduksi hasil peternakan dengan kualitas terbaik. Swiss adalah negara kecil yang mencerminkan keamanan, patuh hukum, ketenangan, kenyamanan yang membuat negara tetap aman.
Para eksekutif dari negara kaya yang mengadakan kerja sama dengan partnernya di negara miskin menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan intelektual yang ditunjukkan antara keduanya. Suku dan warna kulit juga tidak penting . Para imigran yang dianggap pemalas di negara asalnya adalah tenaga produktif di negara eropa yang kaya. begitu apa perbedaannya? Perbedaannya adalah PERILAKU ORANG/BANGSA yang telah dibentuk selama bertahun-tahun oleh SISTEM PENDIDIKAN dan BUDAYA. Berdasarkan analisa perilaku orang/bangsa dari negara maju dan negara sedang berkembang, diketahui bahwa negara besar menjalankan cara meraih kesuksesan dengan mengikuti prinsip-prinsip hidup sebagai berikut :
  • Etika, sebagai prinsip dasar.
  • Integritas.
  • Tanggung jawab.
  • Menghormati hukum dan perundangan.
  • Menghormati hak-hak warga negara yang lain.
  • Cinta bekerja.
  • Dipacu menghemat dan menanam modal.
  • Ingin melakukan tindakan terbaik.
  • Tidak boros.
Di dalam negara yang miskin, hanya sedikit orang yang mengikuti prinsip dasar tersebut di atas dalam kehidupan sehari-hari. Kita menjadi miskin bukan disebabkan kekurangan sumber daya alam, atau keadaan alam yang kejam kepada kita. 

KITA MISKIN KARENA PERILAKU KITA KURANG KEMAUAN MELAKSANAKAN DAN MENGAJARKAN KEPADA ORANG LAIN PRINSIP-PRINSIP FUNGSIONAL DARI MASYARAKAT KAYA DAN TELAH BERKEMBANG. Itulah sebabnya mengapa mayoritas kita kurang berhasil dalam hidup, meskipun sumber daya alam kita sangat banyak. 

So, jika Anda tidak menyampaikan pesan ini kepada orang lain tidak ada masalah. Binatang peliharaan Anda tidak akan mati, Anda tidak akan dipecat, Anda tidak akan mengalami nasib buruk selama 7 tahun dan Anda tidak akan jatuh sakit.

Tetapi kalau Anda mencintai negara ini, sebarkan cara meraih kesuksesan ini kepada teman Anda, keluarga Anda, orang tua Anda, saudara Anda dan masyarakat banyak yang dapat memahami pesan ini. Saya berharap motivasi kesuksesan Anda tidak cepat padam dengan menyebarkan pesan ini kepada orang lain. Semoga suskes…